Tampilkan postingan dengan label Pesawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesawat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 November 2013

Pesawat Tempur F-20 Tigershark






Pesawat tempur F-20 Tigershark (Hiu Macan), adalah pesawat tempur hasil pengembangan dari F-5 Tiger II buatan Northrop Corp (kini Northrop Grumman), Amerika Serikat. Meski mengusung teknologi yang cukup maju untuk kebutuhan pesawat tempur abad ke-21 dan telah dipertontonkan kehebatannya dalam berbagai pameran di dunia termasuk pameran kedirgantaraan Farnborough di Inggris, pesawat ini dihentikan produksinya karena tidak ada satupun pesawatnya yang laku terjual, meski sebenarnya adalah ditujukan untuk menggantikan pesawat F-5 Tiger II yang dioperasikan oleh negara- negara dunia ketiga yang umumnya
memiliki anggaran militer terbatas.Sebabnya adalah kebijakan pemerintah Amerika Serikat sendiri yang memang tidak berminat mengoperasikan pesawat ini dalam jajaran armadanya, selain itu
pemerintah Ronald Reagan sendiri tidak mengizinkan penjualan pesawat tersebut ke negara yang saat itu ditujukan sebagai pembeli potensial yakni India dan Taiwan, alasannya adalah pesawat itu terlalu bagus.


Dengan kemampuannya yang cukup modern, bila pembelinya Taiwan, akan membuat buruknya hubungan Amerika Serikat-RRC, sementara bila pembelinya adalah India, maka dikhawatirkan akan jatuhnya
teknologi maju yang diterapkan pada pesawat tersebut ketangan Uni Soviet melalui jaringan
spionasenya di India. Sementara Arab Saudi yang berminat membeli sejumlah 200 pesawat untuk
meremajakan armadanya yang terdiri atas 200 pesawat F-5 Tiger II, mau membelinya jika pesawat
itu juga masuk dalam jajaran operasional militer Amerika Serikat.

Persenjataan

F-20 dilengkapi dengan dua kanon M-39 kaliber 20 mm dengan kecepatan tembak 1400 peluru/ menit dengan cadangan 450 ikat amunisi. Selain itu dapat juga dipersenjatai dengan kanon Gatling GAU-8 Avenger seperti yang diaplikasikan pada A-10 Thunderbolt II yang teruji dalam perang dapat menghancurkan tank.


F-20 dilengkapi dengan rudal standar untuk pertempuran udara ke udara (Air to Air doghfight) AIM-9 Sidewinder serta rudal jarak jauh BVR (beyond visual range) AM-120 AMRAAM, rudal udara ke
darat (Air Ground Missiles) AGM-65 maverick sebanyak empat rudal, serta berbagai macam bom standar
seperti Bom Mk-82, smart bomb (bom pintar) serta GEPOD 30 mm (pod tambahan canon 30 mm diluar pesawat). Sementara untuk konfiguras bantuan udara (Close Air Support) F-20 dapat membawa tujuh bom
Mk-82, dua sidewinder dan dua tangki bahan bakar plus persenjataan lainnya.

SPESIFIKASI

Kru: 1 pilot

Panjang: 47 ft 4 in (14.4 m)
Rentang sayap: 27 ft 11.9 in / 8.53
m; with wingtip missiles (26 ft 8
in/ 8.13 m; without wingtip
missiles)
Tinggi: 13 ft 10 in (4.20 m)
Luas sayap: 200 ft² (18.6 m²)
Berat kosong: 13,150 lb (5,090 kg)
Berat isi: 15,480 lb (6,830 kg)
Berat maksimum saat lepas landas:
27,500 lb (11,920 kg)
Mesin: 1 × General Electric F404-
GE-100 turbofan, 17,000 lbf (76 kN)


KINERJA

Laju maksimum: Mach 2+
Radius tempur: 300 nmi (633 mi,
1,020 km) ; for hi-lo-hi mission with
2 × 330 US gal (1,250 L) drop tanks
Jangkauan feri: 1,490 nmi (2,165
mi, 3,980 km) ; with 3 × 330 US gal
(1,250 L) drop tanks
Langit-langit batas: 55,000 ft
(16,800 m)
Laju tanjak: 52,800 ft/min (255 m/
s)
Beban sayap: 81.0 lb/ft² (395 kg/
m²)
Dorongan/berat: 1.1


PERSENJATAAN


Kanon : 2× 20 mm (0.79 in) Pontiac M39A2 cannons in the nose, 280 rounds each


Titik keras: Five external hardpoints dengan kapasitas 8,000 lb (3,600kg) of bombs, missiles, rockets and
drop tanks for extended range


Roket: 2× CRV7 rocket pods Or 2 × LAU-10 rocket pods with 4 ×Zuni 5 in (127 mm) rockets each Or
2 × Matra rocket pods with 18×SNEB 68 mm rockets each
Rudal: 2× AIM-9 Sidewinders on wingtip launch rails (similar to F-16and F/A-18) AGM-65 Maverick air-to-surface missiles on hardpoints


Bom: Various air-to-ground ordnance such as Mark 80 series of unguided iron bombs (including 3 kg and 14 kg practice bombs), CBU-24/49/52/58 cluster bomb munitions, M129 Leaflet bomb Avionik General Electric AN/APG-67

Rabu, 18 September 2013

Mikoyan-Gurevich MiG-21











MiG-21 FISHBED (MIKOYAN-GUREVICH).png

MiG-21F Fishbed adalah pesawat tempur sergap berjarak pendek dan merupakan pesawat produksi generasi pertama dari seri MiG-21 yang populer. Prototipe dari pesawat ini, E-5 (dibaca Ye-5) terbang pertama kali pada tahun 1955 dan muncul kehadapan publik pada saat Hari penerbangan Soviet di Lapangan Udara Tushino, Moskwa pada bulan Juni 1956. Pada saat perang Vietnam, pesawat ini digunakan untuk menyerang armada pesawat Amerika Serikat, juga digunakan pada perang Arab-Israel, diantaranya Perang Enam Hari dan Perang Yom Kippur, perang India-Pakistan, krisis Yaman dan berbagai peperangan di berbagai belahan dunia ketiga, sehingga pantas dijiluki AK-47 di udara, ataupun kerikil tajam dari timur karena awalnya pihak barat khususnya Amerika Serikat menganggap remeh pesawat ini. Lebih dari 30 negara di dunia termasuk sekutu Amerika Serikat menggunakan pesawat ini. Sedikitnya terdapat 15 versi dari MiG 21 yang telah diproduksi, beberapa diproduksi di luar Uni Soviet. Kurang lebih terdapat 8000 pesawat ini telah diproduksi.

SPESIFIKASI

• Awak : Satu orang
• Panjang : 15.76 m including probe (51 ft 8 in)
• Bentang sayap : 7.15 m (23 ft 5 in)
• Tinggi : 4.12 m (13 ft 6 in)
• Wing area : 23 m² (247.5 ft²)
• Berat kosong : 5,350 kg (11,800 lb)
• Berat dengan beban : 8,726 kg (19,200 lb)
• Max takeoff weight : 9,660 kg (21,300 lb)
• Mesin : R-11 F300 afterburning turbojet, 53 kN

Performance

• Maximum speed : 2230 km/h (1385 mph) (Mach 2.1)
• Janbgkauan : 1160 km
• Ferry range : 1800 km with three external fuel tanks ()
• Service ceiling : 62,300 ft
• Rate of climb : 225 m/s (23,600 ft/min but with 50 per cent fuel and two AA-2 “Atoll” missiles, the  MiG-21 can reach 58,000 feet [17,600 meters] in one minute which results in 293 m/s average at different altitudes, under favorable weather circumstances)
• Wing loading : 379 kg/m² (77.8 lb/ft²)
• Thrust/weight : 1.02 at max. takeoff weight, 1.13 at loaded weight with max. afterburner

Armament

MiG-21MF armed with R-3 (AA-2) air-to-air missile and UB-16 launcher for S-5 rockets.

 

 

Minggu, 30 Juni 2013

Pesawat Angkut CN-295


CN-295

CN-295, Pesawat Multifungsi dari Airbus

CN-295 atau yang punya nama lebih lengkap EADS CASA C-295 adalah pesawat terbang transport militer taktis dengan dua mesin turboprop yang dibuat oleh Airbus Military di Spanyol. Pesawat terbang yang bisa dioperasikan untuk berbagai misi ini merupakan pengembangan desain dari pesawat CASA CN-235 dengan penambahan lebih dari 50% kapabilitas payload dan mesin turboprop baru PW127G. C295 melakukan penerbangan perdana pada tahun 1998. Sedangkan pengguna pertamanya adalah Angkatan Udara Spanyol. Pesawat C295 diproduksi di fasilitas milik Airbus Military yang berlokasi di Bandara San Pablo Airport, Seville, Spanyol. Sebutan CN-295 adalah untuk versi produk yang dibuat bersama PT Dirgantara Indonesia. 

Pesawat ini dapat mengangkut hingga 71 pasukan, 49 penerjung payung dengan peralatan lengkap ditambah dengan satu orang penerjun utama. Untuk konfigurasi evakuasi medis (MEDEVAC), C295 dapat membawa hingga 24 tandu dengan 6 kursi tambahan untuk petugas medis. Airbus mengklaim, C295 memiliki kemampuan beragam. C295 juga memiliki APTS (Autonomous Pallet Transfer System – sistem transfer palet kargo otomatis) yang dapat diletakkan di bagian belakang pesawat. APTS ini memudahkan proses memasukkan/mengeluarkan palet kargo di daerah terpencil, tanpa membutuhkan peralatan dukungan darat.

CN-295 generasi baru ini merupakan pesawat yang ideal untuk misi militer maupun sipil bagi masyarakat – seperti misi kemanusiaan, pengawasan maritim dan pengawasan lingkungan. Berkat kekuatan, keterandalan dan sistem modern yang sederhana, pesawat taktis berukuran medium ini mempunyai kemampuan beragam dan fleksibilitas yang diperlukan untuk mengangkut personil, pasukan dan kargo dalam bentuk palet ataupun jumlah besar, evakuasi korban bencana, penugasan logistik dan komunikasi, serta kemampuan air-dropping tersertifikasi.

Kombinasi peralatan sipil/militer teknologi ganda memastikan sukses dalam menjalankan misi taktis, potensi pengembangan sistem peralatan di masa depan, serta kesesuaian dengan persyaratan lingkungan dirgantara sipil dewasa ini. Pesawat C295 merupakan bagian dari keluarga Airbus Military bagian pengangkut udara ringan dan medium, termasuk dengan pesawat yang lebih kecil seperti C212 dan CN235.


Airbus Military telah bekerjasama dengan industri penerbangan Indonesia sejak 1976 melalui kemitraan dengan PT Dirgantara Indonesia dan pendahulunya. PT DI terlibat aktif dalam produksi C212 dan CN235. Selama 35 tahun kerjasamanya, PT DI telah mengirimkan sebanyak 108 pesawat C212 dan 60 pesawat C235 untuk Airbus Military.


Karakteristik Umum pesawat terbang CN-295 :

  • Crew: Two
  • Panjang: 24,50 m
  • Lebar Sayap: 25,81 m
  • Tinggi: 8,60 m
  • Luas Area Sayap: 59 m²
  • Berat Isi: 9.250 kg
  • Berat Maksimum Lepas Landas: 23.200 kg
  • Mesin Penggerak: 2 unit Pratt & Whitney Canada PW127G

Kinerja :

  • Kecepatan Maksimum: 576 km/jam
  • Kecepatan Jelajah: 480 km/jam
  • Jarak Jelajah: 4.300 km
  • Jarak Jelajah dengan angkutan penuh: 1.333 km
  • Jarak Jelajah Terjauh: 5.220 km
  • Ketinggian Terbang Maksimum: 7.620 m

SUMBER

Sabtu, 16 Maret 2013

A6M Zero



 Merupakan pesawat tempur terbaik Jepang (Dai-Nippon) pada PD II. Turut serta dalam penyerangan ke Pearl Harbor pada 7-12-1941. Pesawat Zero bertugas mengawal pesawat dive-bomber Nakajima B5N dan dive bomber Aichi D3As saat penyerangan ke Pearl Harbor.

Spesifikasi :
 
Nama : Mitsubishi A6M Rei-sen (Zero)
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× Nakajima Sakae 12) radial
Maximum Speed : 533 km/h
Jarak maksimum (Range) : 3,105 km
Senjata : 2 kanon, 2 Senapan mesin (Type 97 machine guns), 2 bom (60 kg), bom 250 kg untuk serangan Kamikaze (bunuh diri)

Heinkel He-111



Ini adalah pesawat pengebom milik Luftwaffe Jerman.

Spesifikasi :
 
Nama : Heinkel He-111
Tipe : Bomber
Mesin : 2 Mesin piston (Jumo 211F-1)
Maximum Speed : 440 km/h
Jarak maksimum (Range) : 2,300 km
Senjata : 1 Kanon, 8 Senapan mesin, 2500 kg bom

Messerschmitt Bf 109



Pesawat ini juga salah satu pesawat andalan Luftwaffe. Pesawat Bf-109 mencatatkan diri sebagai pesawat yang memiliki rekor kills terbanyak dibandingkan pesawat lain selama PD II. Banyak aces jerman yang menggunakan pesawat ini yang terkenal ringan, cepat, mematikan.

Spesifikasi :
 
Nama : Messerschmitt Bf 109
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× Daimler-Benz DB 605A-1)
Maximum Speed : 640 km/h
Jarak maksimum (Range) : 850 km - 1000 km
Senjata : 2 Senapan mesin, 2 kanon, 2 roket, bom

Hawker Typhoon



 Pesawat ini merupakan salah satu pesawat serang darat (ground attack) terbaik pada PD II. Memiliki spesialisasi sebagai fighter-bomber. Hawker Tempest merupakan pengembangan selanjutnya dari Hawker Typhoon

Spesifikasi  :
 

Nama : Hawker Typhoon
Tipe : Fighter-Bomber
Mesin : piston
Maximum Speed : 663 km/h
Jarak maksimum (Range) : 821 km
Senjata : 4 kanon, 8 roket (Air to Ground), 2 bom

Spitfire




Merupakan pesawat terbaik RAF. Pesawat ini sangat terkenal dalam Battle of Britain karena dapat mengalahkan pesawat fighter Jerman. Spitfire ini secara harfiah berarti "Ludah Api".

Spesifikasi :
 
Nama : Supermarine Spitfire
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× Rolls-Royce Merlin 45 )
Maximum Speed : 605 km/h
Jarak maksimum (Range) : 1,840 km
Senjata : 2 kanon, 4 Senapan mesin (Browning machine guns), 2 bom (113 kg)

P-51 Mustang



Merupakan pesawat terbaik USAAF yang menjadi lawan tangguh bagi Fw-190 milik Jerman. Pesawat ini dapat berfungsi sebagai petarung sendiri maupun pengawal pesawat bomber. Mustang menjadi satu-satunya pesawat fighter yang mampu mencapai Berlin.

Spesifikasi :
 
Nama : North American P-51 Mustang
Tipe : Fighter
Mesin : Piston (1× Packard V-1650-7)
Maximum Speed : 703 km/h (437 Mph)
Jarak maksimum (Range) : 2,755 km
Senjata : 6 Senapan mesin (M2 Browning machine guns), 10 roket, 2 bom

B-29 Superfortress





Ini adalah pesawat pengebom amerika yang sangat terkenal pada PD II. Pesawat B-29 dengan code name “Enola Gay” adalah pesawat yang menjatukan bom atom “Little Boy” ke Hiroshima pada 6-8-1945 dan bom atom “Fat Man” ke kota Nagasaki 3 hari kemudian.

Spesifikasi :

Nama : Boeing B-29 Superfortress
Tipe : Bomber (strategic)
Mesin : 4 Mesin piston radial turbo
Maximum Speed : 574 km/h
Jarak maksimum (Range) : 5,230 km
Senjata : Kanon, 10 Senapan mesin, 9000 kg bom

P-38 Lightning
















Pesawat ini memiliki bentuk unik karena memiliki desain twin booms. Sepintas terlihat seperti dua pesawat yang menjadi satu padahal tidak.
Spesifikasi :

Nama : Lockheed P-38 Lightning
Tipe : Heavy Fighter
Mesin : 2 Mesin piston
Maximum Speed : 712 km/h
Jarak maksimum (Range) : 1770 km – 3640 km
Senjata : 1 kanon, 4 Senapan mesin, roket, bom

P-47 Thunderbolt










Disebut juga “Jug”. Merupakan pesawat fighter terbesar, terberat, dan termahal sepanjang sejarah untuk tipe pesawat mesin tunggal. Selain efektif untuk pertempuran udara, pesawat ini juga efektif untuk serangan darat (Ground attack)
Spesifikasi :

Nama : Republic P-47 Thunderbolt
Tipe : Fighter-Bomber
Mesin : Piston (1× Pratt & Whitney R-2800-59) radial
Maximum Speed : 697 km/h (433 Mph)
Jarak maksimum (Range) : 1290 km (combat), 2900 km (ferry)
Senjata : 8 Senapan mesin (M2 Browning machine guns), 10 roket, bom

Nippon : Mitsubishi A6M Reisen / ZEKE

Mitsubishi A6M yang terkenal, secara popular disebut dengan “Zero”, adalah pesawat tempur kapal induk pertama di dunia yang mampu mengalahkan pesawat tempur “land-based” (pesawat tempur biasa, bukan dari kapal induk) sejaman yang dia hadapi. Karena kecerobohan inteligen Sekutu, pesawat ini mampu meraih superioritas udara intermediet di atas Hindia Timur (Indonesia?) dan Asia Tenggara.
 

Didesain di bawah kepemimpinan Jiro Honkoshi pada 1937 sebagai pengganti A5M yang usang, purwarupa A6M1 diterbangkan pertama kali pada 1939 cengan sebuah mesin 582kW Mitsubishi Zuisei 13 radial; produksi pesawat tempur A6M2 dengan dua senapan 20mm yang terpasang pada sayap dan dua senapan 7,7mm yang terpasang pada hisungnya, dilengkapi dengan mesin 708kW Nakajima Sakae 12 radial, dan dengan versi inilah AL Jepang menyerang Pearl Harbor, dan mendapatkan superioritas udaranya di Malaya, Pilipina dan Burma. Pada musim semi 1942, A6M3 dengan mesin “two-stage supercharged Sakae 21” mulai beroperasi. Pesawat versi ini membuang lipatan pada ujung sayapnya dari versi terdahulunya. Pertempuran di Midway mewakili puncak kejayaan tempur Zero; selanjutnya pesawat lincah ini menemukan tandingannya yaitu F6F Hellcat dan P-38 Lightning milik Amerika. Untuk membalas pesawat baru milik Amerika ini, A6M5 diluncurkan yang dilengkapi dengan mesin Sakae 21 dan sistem exhaustnya dikembangkan, menghasilkan kecepatan maksimal 565 km/jam. Banyak pesawat A6M5 (dan subvariannya) diproduksi melebihi pesawat jepang lain. 5 Pesawat jenis inilah yang menenggelamkan kapal induk St Lo dan merusak 3 kapal lainnya pada 25 Oktober 1944. Versi lainnya adalah A6M6 dengan mesin “water-methanol boosted Sakae 31” dan A6M7 yang bertipe “fighter/dive-bomber”. Total produksi A6M adalah 10.937. Nama Zeke ditujukan untuk A6M, tetapi Zuke adalah nama untuk versi “float” (pesawat yang dapat mendarat di air), A6M2-N.
 

Spesifikasi :

Specification
MODEL: A6M2
CREW: 1
ENGINE: 1 x Nakajima NK1F "Sakae 12", 705kW
WEIGHTS:
Take-off weight: 2410-2796 kg
Empty weight: 1680 kg '
DIMENSIONS:
Wingspan: 12.0 m
Length: 9.06 m
Height: 3.05 m
Wing area: 22.44 m[sup]2[/sup]
PERFORMANCE
Max. speed: 525 km/h
Cruise speed: 330 km/h
Ceiling: 10000 m
Range w/max.fuel: 3050 km
Range w/max.payload: 1850 km
ARMAMENT: 2 x 20mm cannons, 2 x 7.7mm machine-guns, 60kg of bombs