Rabu, 06 Februari 2013

Senjata-Senjata Rahasia Nazi













































Nippon : Yamato Class - Kapal Tempur Terbesar Sepanjang Masa











Data Teknis


Type : Battleship / Super Battleship
Length : 256 m
Beam : 36.9 m
Draft : 11 m
Displacement : 65.027 ton / 71.659 ton (full loads)
Machinery : Steam Turbines
Speed : 50 km/h (27 knots)
Range : 7,200 nautical miles (13,334 km) at 30 km/h (16 knots)
Crew 2500-2800
Aircraft : 5-7

Armor :
Armor (belt) : 410 mm
Armor (central deck 75%) : 200 mm
Armor (outer deck 25%) : 226.5
Armour (turret) : 650 mm

Armament:
9 × 460 mm (18.1 in) (3×3)
6 × 155 mm (6.1 in) (2×3)
24 × 127 mm (5 in)
162 × 25 mm anti-aircraft (52×3, 6×1)
4 × 13.2 mm AA (2×2)

Yamato dan Musashi adalah kapal tempur kebanggaan AL Jepang (Imperial Japan Navy), keduanya adalah kapal tempur paling besar dan paling kuat sepanjang sejarah yang pernah dibuat manusia, dengan bobot hingga mencapai 71.659 ton - 72.800 ton. Kapal tempur paling besar milik Amerika (Iowa class) cuma 45.000 ton. Dan kapal tempur Jepang ini dilindungi oleh baja yang tebal, antara 200 mm hingga 650 mm. Sering sekali orang tidak mengira bahwa orang Jepang yang pada waktu perang dunia kedua rata-rata bertubuh kecil justru memiliki kapal tempur terbesar di dunia, dengan meriam yang paling besar yang pernah dipasang di kapal tempur pula.

Yamato dan Musashi sering dinamakan super battleship dan monster battleship oleh pihak sekutu, Inggris yang waktu itu terkenal akan kekuatan Navynya bahkan tidak mempunyai satupun kapal yang setara dengan Yamato dan Musashi. Pembuatannya dimulai dari tahun 1937 hingga diluncurkan 8 Agustus 1940 dan selesai pada Desember 1941. Sebenarnya ada tiga buah kapal sejenis Yamato yakni Yamato, Musashi dan Shinano, hanya saja Shinano kemudian sebelum sempat selesai diubah menjadi kapal induk. Namun nasib Shinano cukup tragis, Shinano yang saat itu merupakan kapal induk terbesar didunia tenggelam 10 hari setelah melaut oleh kapal selam Amerika. Yamato dan Musashi terlibat dalam Battle of Midway dan Battle of Philippine sea.

Dalam pertempuran di laut Filipina ini merupakan bencana bagi armada Jepang. Pada tanggal 23 Oktober formasi kapal-kapal ini Jepang diserang dua kapal selam Amerika, USS Darter dan USS Dace, mengakibatkan penjelajah berat Atago (10.000 ton) tenggelam. Penjelajah berat Takao (10.000 ton) juga terkena torpedo namun tidak sampai tenggelam. Penjelajah berat Maya (10.000 ton) ikut tenggelam setelah gudang mesiunya tertembus torpedo kapal selam Amerika.

Tanggal 24 Oktober super battleship Musashi tenggelam setelah terkena 19 bom dan 17 torpedo oleh pesawat-pesawat Amerika yang diluncurkan dari kapal induk USS Essex. Yamato sendiri terkena 3 bom armour-piercing namun tidak tenggelam dan kembali ke Jepang dengan selamat.

Pada tanggal 7 April 1945, Yamato diperintahkan berlayar menuju Okinawa, namun di tengah perjalanan tepatnya pukul 12:32 siang, Yamato diserang oleh 280 pesawat terbang dari satuan Task Force 58 Amerika dan terkena dua bom dan satu torpedo. Tidak lama kemudian muncul serangan gelombang kedua oleh 126 pesawat yang terdiri dari 48 pesawat Hellcat, 25 pesawat Helldiver dan 53 pesawat Avenger. Pada jam 14.23 setelah terkena 10 torpedo dan 7 bom Yamato tenggelam bersama hampir 2.500 awaknya dan juga laksamana Ito.

Meriam-meriam utama Yamato dan Musashi yang masing-masing berjumlah sembilan buah dengan diameter 18,1 inci (45,974 cm) adalah meriam yang paling besar yang pernah digunakan kapal tempur. Meriam paling besar dari kapal tempur Amerika 16 inci (40,64 cm). Meriam utama ini dapat menembak peluru hingga jarak 42 km. Persenjataan lainnya adalah 6 meriam 6.1 inci (15,5 cm), 24 meriam 5 inci (12,7 cm), 162 senjata anti pesawat (2.5 cm) dan 4 senjata anti pesawat (1.32 cm)

Senjata anti pesawat Yamato memang berjumlah banyak, terutama setelah Jepang menyadari bahaya akan serangan pesawat-pesawat dari kapal induk. Yamato yang bertubuh besar pastinya menjadi incaran yang mudah oleh pesawat musuh, walaupun Yamato sering kali dikawal secara kuat oleh kapal penjelajah dan kapal perusak namun pertempuran di Midway telah menyadarkan Jepang bahwa kapal induk adalah musuh yang paling berbahaya, sebelumnya angkatan laut dunia lebih menghargai kapal tempur dibandingkan kapal induk. Sebab sama seperti nasib Yamato dan Musashi, kapal tempur kebanggaan Inggris, Prince of Wales dan Repulse juga tenggelam di dekat Singapura 9 Desember 1941 juga disebabkan oleh pesawat-pesawat pengebom Jepang.


SUMBER

5 Pertempuran Laut Terbesar dalam Sejarah

“Pertempuran laut terbesar dalam sejarah” memang pernah terjadi beberapa abad silam. Melibatkan begitu banyak jumlah personil dan kapal dalam pertempuran, kerusakan serta korban jiwa yang ditimbulkan. Berikut ulasannya.


1.       Pertempuran Laut Actium, 31 SM

(Lebih dari 500 kapal perang yang terlibat)
Pertempuran Actium adalah pertempuran menentukan dalam Perang saudara Romawi antara pihak Octavianus dan pihak Marc Antony yang bersekutu dengan ratu Cleopatra VII dari dinasti Ptolemy Mesir. Pertempuran ini terjadi pada 2 September 31 SM di Laut Ionia dekat koloni Romawi di Yunani, Actium. Armada Octavianus dipimpin oleh Marcus Vipsanius Agrippa, dan armada Antony dipimpinnya sendiri, dibantu kekasihnya Cleopatra. Dalam pertempuran ini armada Antony dihancurkan, dan kemenangan Octavianus mengijinkannya mengkonsolidasikan kekuasaannya pada wilayah Romawi. Pertempuran ini merupakan salah satu peristiwa yang menandai berakhirnya Republik Romawi dan lahirnya Kekaisaran Romawi.

Baroque painting of the battle of Actium by Lorenzo A. Castro, 1672 (sumber gambar : en.wikipedia.org)


2.       Pertempuran Laut Baekgang, 663 M

(Lebih dari 800 kapal Yamato dan 170 kapal Tang)
Pertempuran Baekgang, juga dikenal sebagai Pertempuran Baekgang-gu atau Hakusukinoe adalah pertempuran antara pasukan Baekje, Yamato Jepang, melawan tentara sekutu Silla dan Dinasti Tang dari Tiongkok kuno. Pertempuran terjadi di hilir Sungai Geum di provinsi Jeollabuk-do, Korea. Silla dan pasukan Tang berhasil memenangkan pertempuran ini dengan menghancurkan gerakan restorasi Baekje, sehingga menjadikan Tang mengontrol seluruh semenanjung Korea.


Pertempuran Laut Baekgang (sumber gambar : www.docoja.com)

Pertempuran Laut Baekgang (sumber gambar : google earth)

Pertempuran Laut Baekgang (sumber gambar : google earth)

3.       Pertempuran Laut Tangdao, 1161 M

(Lebih dari 600 kapal Jin dan 120 kapal Song)
Pertempuran laut Tangdao terjadi di tahun 1161 antara Jin Jurchen dan Dinasti Song Selatan, Cina di Laut Cina Timur. Pertempuran ini merupakan upaya Jin untuk menyerang dan menaklukkan Dinasti Song Selatan, namun mengakibatkan kegagalan dan kekalahan bagi Jurchens. Angkatan laut dinasti Jin dibakar oleh senjata api dan panah api, hingga menderita kerugian besar.

Kapal Song River 3 (sumber gambar : www.chinahistoryforum.com)

Song Ship River 3 (sumber gambar : wikimedia.org)


4.       Pertempuran Laut Sluys, 1340 M

(Lebih dari 500 kapal perang yang terlibat)
Pertempuran laut Sluys atau pertempuran l’Ecluse, terjadi pada  24 Juni 1340 sebagai salah satu dari konflik pembuka dari Perang Seratus Tahun antara Perancis dan Inggris. Kejadian ini merupakan peristiwa penting dalam sejarah yang mengakibatkan kehancuran sebagian besar armada Perancis. Seperti diketahui Perancis berencana menginvasi Inggris dibantu oleh Republik Genoa. Pertempuran tersebut berlangsung di depan kota Newmarket atau Sluis (Perancis Ecluse), dekat teluk kecil antara Flanders Barat dan Zeeland. Pada pertengahan abad ke-14, kota ini adalah pelabuhan terbuka yang mampu menampung armada besar.

Battle of Sluys, 1340 (sumber gambar : wikipedia.org)

Battle of Sluys, 1340 (sumber gambar : warandgame.com)


5.       Pertempuran Laut Preveza, 1538 M

(Lebih dari 122 kapal Ottoman dan 302 kapal “Liga Suci”)
Pertempuran laut Preveza berlangsung pada 28 September 1538 dekat Preveza di barat laut Yunani antara armada Ottoman dan aliansi Kristen pimpinan Paus Paulus III. Pada tahun 1537, sebuah armada besar Ottoman, yang dipimpin Hayreddin Barbarossa menaklukan Aegea dan kepulauan Ionian milik Republik Venesia, yaitu Syros, Aegina, Ios, Paros, Tinos, Karpathos, Kasos dan Naxos, dan menjadikannya bagian dari Kekaisaran Ottoman. Dia kemudian mengepung benteng Venesia Corfu dan menghancurkan pantai Calabria milik Spanyol yang terletak di Italia selatan. Dalam menghadapi ancaman ini, Paus Paulus III pada Februari 1538 berhasil menghimpun ”Liga Suci”, yang terdiri dari Kepausan, Spanyol, Republik Genoa, Republik Venesia dan Ksatria Malta, untuk menghadapi ancaman Barbarossa. (**)

Lukisan Kanvas Battle of Preveza (1538) (sumber gambar : wikipedia.org)